:: Selamat Datang di Jendela Informasi Lembaga Falakiyah PBNU ::
Struktur Organisasi
Kembali
   
Semula pengurus NU hanyalah Syuriah dibantu oleh tenaga teknis administratif yang tidak ikut dalam pengambilan keputusan atau kebijakan.Tenaga inilah yang kemudian disebut tanfidziyah, yang berangsur-angsur meningkat wewenang sesuai dengan berkembang, tugas yang di embannya.

Pada zaman KH.Mahfudz shidiq, menjabat Ketua PB Tanfidziyah NU (President Hoofd Bestuur Nadlatoel Oelama),posisinya sudah tampak menonjol, meskipun kekuasaan syuriahmasih penuh seratus persen.Tanda anggota NU (ar-Rasyidah’Adlawiyah) ditandatangani oleh KH. A. Wahab Hasbullah sebagai Katib ‘ Aam. PB syuriahNU tanpa tanfidziyah.Padahal untuk mendapatkan harus melalui persyaratan yang berat dan mesti diurus oleh pengurus tanfidziyah.

Dominasi tanfidziyah mulai tumbuh ketika NU menjadi partai politik.Semua mentri dari NU otomatis menjadi anggota PBNU.Ketua tanfidziyah otomatis menjadi anggota syuriah.Demikian juga ketua Fraksi NU menjadi anggota PBNU.Layak sekali kalau mereka ini “berpihak” kepada tanfidziyah ketika ada perbedaan pendapat antara keduanya.

Puncak “dominasi” tanfidziyah ialah pada 1980-an, saat menghadapi pemilu 1982.Ketua umum tanfidziyah mengumumkan bahwa surat-surat PBNU hanya sah kalau ditandatangani oleh ketua umum tanfidziyah atau wakilnya.Pengumuman ketua umum PB tanfidziyah NU ini berarti bahwa tanda tangan rais’aam “harus diketahui” oleh ketua umum yang sudah tidak diakui oleh PB syuriah NU. Dengan kata lain yang lebih ekstrim, rais’aam dipecat oleh ketua umum tanfidziyah atau “mengakui kedudukan ketua umum”.

      1.Struktur Organisasi NU

Struktur  Organisasi  Nahdlatul  Ulama sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga hasil Muktamar NU ke-33 terdiri dari:

          a.PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) untuk tingkat pusat.

          b.PWNU (Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama) untuk tingkat propinsi.

          c.PCNU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama) untuk tingkat Kabupaten, dan PCI NU (Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama) untuk luar negeri

          d.MWC NU (Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama) untuk tingkat kecamatan.

          e.Ranting untuk tingkat kelurahan /desa.

          f.Pengurus Anak Ranting.


      2.Kepengurusan NU

          a)Musytasyar (Penasehat)

          b)Syuriah (Pimpinan Tertinggi)terdiri dari :

               •Rais Aam

               •Wakil Rais Aam

               •Katib Aam

               •Beberapa Wakil Katib

               •A’wan

Secara rinci tugas pokok Syuriyah adalah :

       a.Menentukan arah kebijakan NU dalam melakukan usaha dan tindakan untuk mencapai tujuan NU.

       b.Memberikan petunjuk, bimbingan dan pembinaan, memahami, mengamalkan dan mengembangkan ajaran islam menurut paham Ahlussunnah Waljama’ah, baik di bidang aqidah, Syari’ah maupun tasawuf.

       c.Mengendallikan, mengawasi dan memberi koreksi terhadap semua perangkat NU agar berjalan di atas ketentuan jamiyah dan agama islam.

       d.Membimbing, mengarahkan dan mengawasi Badan Otonom, Lembaga dan Lajnahyang langsung berada di bawah Syuriyah.

       e.Jika keputusan suatu perangkat Organisasi NU dinilai bertentangan dengan ajaran islam menurut faham Ahlussunnah Waljama’ah, maka pengurus Syuriyah yang berdasarkan keputusan rapat dapat membatalkan keputusan atau langkah perangkat tersebut.

       c.Tanfidziyah (pelaksana) terdiri dari :

            •Ketua Umum

            •Beberapa Ketua

            •Sekretarias Jenderal

            •Beberapa Wakil Sekjen

            •Bendahara

            •Beberapa Wakil Bendahara

Sebagai pelaksana tugas sehari-hari mempunyai kewajiban tugas- tugas sebagain berikut :

       a.Memimpin jalannya organisasi sehari – hari sesuai dengan kebijakan yangditentukan oleh pengurus Syuriyah.

       b.Melaksanakan program jamiyah NU.

       c.Membina dan mengawasi kegiatan semua perangkat jamiyah yang berada di bawahnya.

       d.Menyampaikan laporan secara periodik kepada pengurus Syuriyah tentang pelaksanaan tugasnya.


   3.Stuktur Organisasi Lembaga dan Badan Otonom

         a.PP (Pimpinan Pusat) untuk tingkat pusat.

         b.PW (Pimpinan Wilayah) untuk tingkat propinsi.

         c.PC (Pimpinan Cabang) untuk tingkat Kabupaten/kota.

         d.PAC (Pimpinan Anak Cabang) untuk tingkat kecamatan.

         e.Ranting untuk tingkat kelurahan/desa dan komisariat untuk kepengurusan disuatu tempat tertentu.

         f.Pengurus Anak Ranting.

     
   

     
   
Bantuan   Tentang Kami   Versi Website   Pengunjung   Login

Akses website ini sebanyak
102,803
Sejak Maret 2017

Copyright - 2017
v.1.0


Top