:: Selamat Datang di Jendela Informasi Lembaga Falakiyah PBNU ::
Detail Warta
Kembali      
   
Judul : LFNU Menggelar Program Pengukuran Arah Kiblat 1094 Masjid Nusantara
Penulis : Marufin
Isi Potongan :

  • Menghadap ke kiblat merupakan hal yang sangat penting bagi setiap Muslim karena menjadi bagian dari syarat sahnya shalat. 
  • Ada tak kurang dari 700 ribu buah masjid di Indonesia.
  • Program "Pengukuran Arah Kiblat 1094 Masjid Nusantara" digelar untuk mengukur arah kiblat masjid-masjid milik NU di wilayah/cabang yang memenuhi persyaratan 

Isi Lengkap :

Gambar 1. surat instruksi pengukuran arah kiblat 1094 Masjid Nusantara

Menghadap ke kiblat merupakan hal yang sangat penting bagi setiap Muslim. Para ulama dari keempat mazhab telah bersepakat bahwa menghadap kiblat merupakan bagian dari syarat sahnya shalat. Bagi Umat Islam yang sedang berada di sekitar Ka'bah, maka kiblat adalah Ka'bah itu sendiri sehingga menghadap kiblat di tempat itu adalah identik dengan menghadap Ka'bah secara langsung. Namun bagi Umat Islam yang tak berada di sekitar Ka'bah, terlebih berjarak ribuan kilometer jauhnya seperti seperti halnya di Indonesia, maka menghadap ke kiblat identik dengan mengarah ke kiblat. Karena menjadi bagian dari syarat sahnya shalat, maka persoalan arah kiblat menjadi hal yang penting khususnya untuk bangunan masjid.

Terdapat ratusan ribu masjid yang terserak di berbagai penjuru sepanjang tanah Nusantara. Berdasarkan data Kementerian Agama RI pada satu kesempatan, untuk masjid yang sudah terdaftar saja jumlahnya ada lebih dari 700 ribu buah. Belum lagi yang belum terdaftar. Ratusan ribu masjid tersebut tentu membutuhkan perhatian dalam pengelolaannya, salah satu diantaranya adalah terkait arah kiblatnya. Kalibrasi arah kiblat dan peneguhannya melalui syahadah Pengukuran Arah Kiblat menjadi salah satu solusinya yang sekaligus dapat memberikan kemantapan bagi jamaah masjid yang bersangkutan  

Arah kiblat dan pengukurannya menjadi salah satu tugas pokok yang berada di pundak Lembaga Falakiyah Nahdlatul 'Ulama (LFNU) sebagai pelaksana program Nahdlatul 'Ulama yang memerlukan penanganan khusus. Untuk itulah digelar program "Pengukuran Arah Kiblat 1094 Masjid Nusantara." Tujuan utama program ini adalah untuk mengukur kembali sekaligus menyertifikasi arah kiblat bagi masjid-masjid di segenap penjuru Indonesia, khususnya yang dikelola Nahdliyin. Diharapkan 1.094 buah masjid se-Indonesia bisa diukur dalam program ini. 1.094 merupakan angka istimewa, yang berasal dari angka 1.000 ditambah dengan 94. Angka 1.000 merupakan jumlah minimal 1.000 buah masjid yang diharapkan dapat diukur dalam program ini. Sementara angka 94 merupakan jumlah masjid tambahan yang diharapkan juga bisa diukur, sebagai penanda bagi 94 tahun usia Nahdlatul 'Ulama. Dalam rencana jangka panjang, program ini akan terus diselenggarakan setiap tahun sebagai bagian dari peringatan satu abad Nahdlatul 'Ulama.

Program "Pengukuran Arah Kiblat 1094 Masjid Nusantara" akan mengukur arah kiblat dengan tingkat akurasi yang memadai untuk kepentingan ibadah. Program ini rencananya digelar di sepanjang sisa tahun 1438 H ini, yakni mulai dari bulan Ramadhan hingga Zulhijjah 1438 H. Atas arahan Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH Said Agil Siradj, maka program ini tidak akan mengukur arah kiblat masjid-masjid yang didirikan dan dibina oleh para wali. 

File-file pendukung program 

File-file berikut harus diunduh oleh Tim Pengukur dari Lembaga Falakiyah di wilayah atau cabang yang berpartisipasi dalam Program "Pengukuran Arah Kiblat 1094 Masjid Nusantara" :

1. Prosedur standar pengukuran arah kiblat. Download

2. Lembar data pengukuran. Download

3. Lembar biodata tim. Download

4. Lembar tanda arah kiblat. Download

5. Lembar tanda saf. Download

6. Lembar berita acara pengukuran kiblat. Download

     
Created By : deni
Created Date : 23-May-2017
Updated By : marufins
Updated Date : 29-May-2017
     
   
 

     
   
Bantuan   Tentang Kami   Versi Website   Pengunjung   Login

Akses website ini sebanyak
173,582
Sejak Maret 2017

Copyright - 2017
v.1.0


Top