:: Selamat Datang di Jendela Informasi Lembaga Falakiyah PBNU ::
Detail Kajian Falakiyah
Kembali      
 
Judul : PANDUAN RUKYAT HILAL AWAL SYAWAL 1434 H DI JAKARTA, RABU 7 AGUSTUS 2013
Penulis : Fajar Fathurahman, M.PdI
Isi Potongan :

Note: Untuk menyamakan persepsi serta memberikan panduan yang efektif pada saat melakukan pengamatan bulan/ rukyat hilal di lapangan dalam makalah ini kami sampaikan informasi data-data astronomis pelaksanaan rukyat hilal awal bulan Syawal 1434 H/ 2013 M dengan lokasi pengamatan di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta tepatnya (data koordinat lokasi tersedia pada makalah).

Isi Lengkap :

LOKASI PENGAMATAN PROVINSI DKI JAKARTA

Berikut ini data koordinat salah satu lokasi pengamatan Hilal Provinsi DKI Jakarta

Lintang Tempat    :  6°  13' 48"    Selatan
Bujur Tempat        : 106° 52' 31"    Timur
Tinggi Tempat    : 28 meter dpl

IJTIMA’ AKHIR RAMADHAN 1434 H

Ijtima’ menjelang Awal Syawal 1434 H terjadi pada Hari: Rabu, Pasaran: Pon, tanggal 7 Agustus 2013 M bertepatan dengan tanggal 29 Ramadhan 1434 H, pukul = 4:51 WIB

Ijtima’ berarti “Bersama“ atau “Kumpul“. Ijtima’ dalam ilmu astronomi dikenal dengan istilah konjungsi atau berada pada fase bulan newmoon, ini merupakan posisi matahari dan bulan saat berada pada garis bujur ekliptika atau (Lambda) yang sama. Seluruh tempat dipermukaan bumi mengalami waktu ijtima’ yang bersamaan sehingga saat ijtima’ dinyatakan dalam bujur waktu standar internasional yakni Universal Time (UT) atau GMT (Greenwich Mean Time). Hal ini disebabkan karena perhitungan ijtima’ dihitung secara astronomis yakni dari titik pusat bumi ke titik pusat bulan dan matahari, karena itulah ijtima’ dikenal pula dengan istilah konjungsi geosentrik. Pada posisi ini nilai fraksi iluminasi bulan berharga minimum, perhatikan data ephemeris bulan berikut ini:

 

Nilai Fraksi Iluminasi Bulan (FIB) pada tabel diatas adalah 0.001906238, merupakan nilai FIB terkecil. Berdasarkan periode sinodis bulan, terhitung sejak konjungsi sebelumnya hingga konjungsi yang akan datang adalah 29 hari 14 jam 36 menit.
Berikut ini gambaran posisi bulan dan matahari saat ijtima’/ konjungsi geosentrik pukul 4:51 WIB:


 

Dengan memperhatikan waktu konjungsi dan waktu terbenamnya Matahari di Lokasi Pengamatan, dapat dikatakan bahwa konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam pada tanggal 7 Agustus 2013 di wilayah Jakarta. Dengan demikian, secara astronomis waktu pelaksanaan rukyat Hilal di wilayah DKI Jakarta adalah setelah Matahari terbenam tanggal 7 Agustus 2013.


POSISI BULAN SAAT MATAHARI TERBENAM PADA HARI RABU (PON) 7 AGUSTUS 2013 DI JAKARTA

Waktu terbenam Matahari dinyatakan ketika bagian atas piringan Matahari tepat menyentuh garis ufuk barat/ horizon yang teramati. Keadaan ini bergantung pada berbagai hal, yang di antaranya adalah semi diameter Matahari, efek refraksi atmosfer Bumi dan elevasi lokasi pengamat di atas permukaan laut (dpl). Dalam perhitungan standar penentuan waktu terbenam Matahari, semi diameter Matahari dianggap 16’, efek refraksi atmosfer dianggap 34’ dan elevasi pengamat 28 meter dpl. Berdasarkan hal ini Matahari terbenam di wilayah DKI Jakarta pada tanggal 7 Agustus 2013 adalah pada pukul 17:55:05 WIB. Berikut ini sketsa posisi bulan dan matahari dari pengamat dalam penampang arah mataangin:

 

Berikut ini gambaran dalam peta dunia dengan garis lingkar berwarna merah sebagai batas ufuk mar’iy:

Ket: Garis Merah adalah garis pandang Matahari, Garis Putih adalah garis pandang Bulan

 

Berikut ini adalah sketsa posisi bulan dan matahari dari pengamat memandang ufuk barat/ horizon saat matahari terbenam:

 

 

PREDIKSI BENTUK HILAL/ ILUMINASI BULAN

Bentuk hilal yang dimaksud adalah cahaya bulan yang berbentuk sabit tipis. Fraksi Iluminasi bulan adalah rasio luas cahaya piringan bulan terhadap luas keseluruhan piringan bulan. Ketika ijtima’ rasio cahaya bulan tersebut bernilai = 0 (nol). Rasio cahaya bulan tersebut merupakan bentuk cahaya bulan yang diamati oleh pengamat di permukaan bumi. Ketika bentuk cahaya bulan memenuhi luas keseluruhan piringan bulan merupakan kondisi purnama, dan Nilai FIB ketika bulan purnama bernilai = 1 (satu). Berikut ini gambaran bentuk cahaya bulan atau Fraksi Iluminasi Bulan pada saat matahari terbenam tanggal 7 Agustus 2013 M:



DATA PERGERAKAN BULAN MENJELANG TERBENAM MATAHARI 7 AGUSTUS 2013

PETA TINGGI HILAL AWAL SYAWAL 1434 H DI INDONESIA: SAAT MATAHARI TERBENAM 7 AGUSTUS 2013


 

     
Created By : fajar
Created Date : 06-Aug-2013
Updated By : fajar
Updated Date : 06-Aug-2013
     
   
 

     
   
Bantuan   Tentang Kami   Versi Website   Pengunjung   Login

Akses website ini sebanyak
102,827
Sejak Maret 2017

Copyright - 2017
v.1.0


Top